Kelak berakhir,
meski sudah melangkah hati-hati,
ada saatnya hati akan sakit kemudian sembuh sendiri.
Namun lelah terus menerus terjebak pada repitisi yang sama.
Seseorang datang, mendekat, bersama, sakit, lalu berujung aku, atau dia yang terluka.
Kalau boleh memilih, aku ingin menggunting peta takdir,
agar tidak perlu melalui banyak hati, dan langsung sampai di pelabuhan terakhir.
Tapi inilah perjalanan,
kaki bertugas melintasi dan hati mempelajari apapun yang semesta beri.
Sejuta tempat singgah, berkelana hingga berdiam di titik lelah,
masing-masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang bisa disebut rumah.
Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana memulainya, dan bagaimana caramu mengakhiri.
Tapi ini tentang menjalani, bertahan dan mendewasalah dalam setiap pilihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar